Tantangan Homeschooling di Daerah Sulit Sinyal

Sejak pertama memutuskan untuk meng-homeschooling-kan anak-anak, maka sejak itu juga tantangan terus menghadang, haha!

Dimulai dari minimnya akses untuk memperoleh arus informasi, sinyal yang sering muncul tenggelam, berkali-kali ganti kartu hanya untuk menemukan oprator mana yang bisa dipakai di daerah ini, hampir semua kartu kami coba.

Pernah mencoba kartu tri, awal-awal masih bisa meski lambat, semakin lama siynalnya semakin hilang, kemudian ganti dengan kartu xl, lumayan lebih kencang dari tri,tapi tak lama, hingga akhirnya siynal melemah juga, hingga akhirya satu bulan belakangan tak lagi bisa menggunakan kartu tersebut! Apa nyana.. kegiatan rutin harian radho-raffa untuk ixl dan readingegg tak bisa berjalan, kami hanya mengerjakan matematika dan bahasa seadanya, dan beralih memperbanyak eksperimen.

Merasa kegiatan yang masih sedikit, akhirnya kami memutuskan untuk mencari daerah bersinyal, kami memutuskan mengerjakan ixl dan readingegg persis di bawah tower, hahahha! Apa yang terjadi? Ya.. siynal meluap namun paket internetnya habis! (pengen ngakak guling-guling) kemudian saya ganti kartu yang ada di hape saya untuk dipasangkan di modem, sama sih jaringan meluap, tapi.. tetap saja jaringannya sibuk, tak bisa juga mengerjakan ixl dan readingegg! Hah! Sebegininya ya perjuangan untuk belajar?? Sementara saya masih menunggu agar webnya terbuka, anak-anak berakrobatik panjat-memanjat, lompat-lompat dan bergelantungan, tak berapa lama readingeggnya bisa dibuka, satu sesion selesai, setelah itu..tewas! wkwwkkwk.. duh.. sungguh tak mudah menjalaninya, tapi memutuskan untuk tetap homeschooling adalah sebuah tanggung jawab yang harus terus diemban, hingga nanti anak-anak bisa secara mandiri mengambil keputusan untuk dirinya sendiri!

tantangan-homeschooling-daerah-sulit-sinyal-4Sambil menunggu kapan sinyal datang lagi menyapa, dua bocah itu berusaha menghibur diri mereka dengan permainan-permainan fisik, lumayan, bisa mengasah motorik kasarnya, sementara saya dengan tatapan hampa menatap layar monitor dengan dahi yang berkerut-kerut karena telah kepanasan ditambah lagi dengan jaringan yang tak kunjung menyapa, rasanya pengen pingsan aja.. yaelah.. urip ki kok koyo ngene yo? Mesakno temen!

“dahlah bua, dah kayak orang gila kita disini, dah gitu sama aja kayak di rumah, gak bisa-bisa juga! Begitu kata Radho putus asa! Pfiuuhh.. baiklah.. ayo kita kemon anak-anak, kapan-kapan kita coba lagi”! ahh.. HS itu adalah proses perjuangan panjang dalam membentuk karakter tangguh tidak saja untuk anak-anak tetapi untuk emaknya, tak mudah memang, atau bisa dibilang terjal, bisa jadi karena tak mudah, maka alam menempa semangat kami untuk lebih kuat menghadapi tantangan! Jalani saja, lakukan maksimal, sisanya biarkan Tuhan yang menuntun jalan kita..

Rahmaida “bua’ Simbolon