Yuk Piknik!

Sebelumnya saya pernah menuliskan tulisan terkait piknik di notes facebook saya dengan judul “pemberdayaan masyarakat dan piknik”. Kurangnya piknik ternyata dapat mengakibatkan orang menjadi cepat puas diri, tidak mampu menemukan masalah dalam diri dan kurangnya pengetahuan akibat wawasan yang rendah. Di situ saya menceritakan kasus petani salah satu desa di Purworejo, yang selama ini tidak mau berubah, sulit diberi pemahaman, bahkan tidak tahu desanya termasuk desa termiskin, akibat mereka umumnya tidak pernah pergi keluar dari desanya.

Tulisan kali ini, saya ingin menceritakan tentang serba serbi piknik yang telah keluarga kami lewati.

Pernah beberapa kali ada yang bertanya atau berkomentar “Jalan-jalan terus? Boros amat” “Mending uangnya ditabung.” atau berbagai komentar yang lain. Jadi begini ya, bagi kami, piknik itu investasi. Pernah dengar istilah “kurang piknik”? Sudah tahu kan bahayanya kurang piknik? Piknik itu kebutuhan. Bukan sekedar penghilang stres, tapi sarana belajar yang asyik. Ditambah lagi di usia SD, anak-anak butuh mulai mencari minat dan bakatnya, inilah waktu yang tepat bagi kami untuk membuka wawasan dan menggali minat anak.

Tapi kan mahal?
Eits… Tunggu dulu, mahal itu relatif. Kita bisa kok tetap piknik hemat, penuh manfaat. Piknik ga harus mahal, bisa disesuaikan dengan kondisi kita sendiri. Piknik menjadi mahal kalau kita tidak bisa mengukur diri.

Berikut beberapa aktifitas piknik hemat yang telah kami lakukan diantaranya :

  1. Kebun binatang Ragunan. Satu orang tiketnya ga sampai 5 rb kok. Mau hemat lagi, bawa rantangan ke sana, bisa makan bareng anak-anak, perginya naik pick up rame-rame hehehe… Ga sampai 5rb, sudah bisa belajar tentang berbagai macam hewan lho.
  2. Toko buku bekas. Di dekat rumah kami, Bintaro Trade Center, ada lapak toko buku bekas. Biasanya, minimal, sebulan sekali kami main ke sana melihat buku-buku. Ada buku anak yang baru juga, dengan harga bersahabat.
  3. Ke museum. Banyak pilihan museum yang layak dikunjungi. Satu favorit saya adalah museum Bank Indonesia. Itu museum paling keren yang pernah saya temui. Kemudian ke museum Nasional, Museum Satria mandala, Museum Layang-Layang (berbayar, tapi masih terjangkau)
  4. Naik KRL. Ini anak-anak pasti suka.
  5. Ke tempat kerja Ayah. Ayah Hegel bekerja di bidang konstruksi, ikut ayah bisa belajar tentang bagaimana proses membangun bangunan. Mengenal apa saja alat-alat pertukangan.

Masih banyak lagi ide piknik hemat kok asal kita mau mencari. Selain itu, ada juga piknik-piknik yang memang harus kita persiapkan sebelumnya karena keterbatasan biaya, waktu, atau tenaga.

Semua piknik itu baik? Tergantung niatnya juga sih. Kalau diniatkan untuk menambah wawasan, tentunya ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Agar tujuan tercapai, persiapan tentu dibutuhkan. Kalau perlu, kita list detil tujuan yang kita harapkan, agar cocok dengan kegiatan piknik yang akan kita pilih.

Ya sudah, jangan ragu lagi. Yuk piknik!

Chairina Bunda Hegel