Origami untuk Si Aktif

Sudah umum kita pahami bahwa anak-anak yang aktif bergerak kesana kemari, memanjat, melompat, berlarian, kadang sambil bertanya ini itu seakan tiada henti dan tak pernah kehabisan energi, juga merupakan anak-anak yg sulit berkonsentrasi / fokus pada hal tertentu.

Begitu juga dengan anak kami Hafidz (5 tahun). Hal ini tentu saja menjadi faktor penghambat dalam proses belajar si kecil. Sekalipun kami sudah menerapkan metode belajar sambil bermain, tetap saja kemampuan untuk bisa berkonsentrasi atauĀ fokus dlm satu kegiatan harus dilatih.

Memang tidak banyak yang bisa dituntut dari anak usia balita seperti Hafidz, sebab dalam rentang usia ini, kemampuan anak berkonsentrasi hanya berkisar 5-10 menit. Dan, bagi anak kami, untuk mencapai targt 5-10 menit ini pun harus melalui latihan yg cukup intens. Kami memilih kegiatan yang bisa menstimulasi indra sensoris dan kerja otak kanan dan kiri. Setelah beberapa percobaan yg gagal memberi hasil yang kami harapkan ( kami mencoba kegiatan bermain dengan dough, lego, rubik, puzzle, blocks, juga aneka permainan kreasi sendiri ) akhirnya kami menemukan kegiatan yg cocok dan ternyata sangat digemari oleh si kecil : Origami

Dari yg sederhana hingga yg cukup rumit, kegiatan lipat melipat kertas inilah yang akhirnya sukses membuat si kecil duduk tenang bahkan berlama-lama melebihi target 10 menit yang ingin kami capai. Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap hari, bertahap tingkat kesulitan serta waktu pengerjaannya. Mulai 5 menit, 15 menit, 30 menit, hingga seterusnya sesuka hati dan semampu si kecil menyelesaikan ‘proyek’ lipatannya.

Dengan latihan rutin seperti ini, sekarang si kecil menjadi kooperatif jika diminta menyelesaikan sesuatu dan sudah ‘mahir’ membagi perhatiannya agar tidak mudah terpecah, sebelum benar benar menyelesaikan suatu kegiatan.

indonesia-mendidik-origami-1

Ajaib bagi kami, dan pelajaran berharga yang bisa kami petik : carilah kegiatan yang benar benar disukai anak agar mereka tidak mudah bosan dan selalu termotivasi untuk melakukannya, jangan ragu mencoba, dan jangan berhenti sampai benar benar menemukan yang paling sesuai untuk anak.

Selain keberhasilan kecil namun penuh manfaat yang kami rasakan bersama anak kami, ternyata origami memiliki segudang manfaat lain, yang tentu saja sangat berpengaruh dalam proses belajar dan menstimulasi kerja otak anak, diantaranya :

  • anak belajar meniru / mengikuti arahan
  • anak belajar berkreatifitas
  • anak belajar berimajinasi
  • anak belajar berkarya seni
  • anak belajar mengapresiasi hasil karya
  • anak belajar membuat model
  • anak belajar membuat mainannya sendiri
  • anak belajar membaca diagram/ gambar
  • anak belajar mencari solusi
  • anak belajar perbandingan/ proporsi dan berfikir matematis

Nah, ayah bunda..banyak bukan manfaatnya, yuk dicoba bersama si aktif di rumah. It’s not just about folding the papers, it’s a fun way to learn!

Written By : Riannie ummu Hafidz – Nov 10th 2015