Kulwap Pengantar Astronomi untuk Anak

Kulwap Grup Home Education

Tema : Pengantar Astronomi untuk Anak
Waktu : Senin, 28 Agustus 2017 Pukul 19.00 – 21.00
Narasumber : Muhammad Rayhan
Moderator : Rella
Notulis : Titiek Kurnia Rahman

Profil Narasumber:

Namaku Muhammad Rayhan, biasa dipanggil Kak Rayhan atau Kak Ray. Lahir di Bekasi, Jawa Barat tanggal 16 Juli 1988. Sejak kecil sudah suka Astronomi dan rajin membaca buku-buku astronomi dan artikel yang terkait di surat kabar dan majalah.

Tahun 2004 mulai bergabung dengan klub astronomi Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) dan menjadi pengurus inti HAAJ sejak 2006 hingga sekarang. Sejak tahun 2011 bekerja di Planetarium dan Observatorium Jakarta sebagai Narasumber Astronomi, hingga sekarang. Dan sejak setahun yang lalu menikah dengan seorang rekan sesama hobi di HAAJ.

Aktifitas sehari hari adalah menjadi narasumer astronomi di Planetarium Jakarta, dengan secara rutin memberikan ceramah astronomi melalui pertunjukan teater bintang, melayani masyarakat yang ingin melakukan observasi benda-benda langit melalui teleskop serta memberikan penyuluhan astronomi ke sekolah-sekolah. Di akhir pekan sering kali menghabiskan waktu dengan aktif di kegiatan kegiatan HAAJ berupa Diskusi Pertemuan Rutin dan Star Party di luar kota.

Selain Astronomi, hobi lainnya adalah fotografi, terutama yang mengkhususkan pada pemotretan benda-benda langit (Astrofotografi). Astronomi dan fotografi juga otomatis membuat Camping dan Hiking menjadi bagian dari Hobi di akhir pekan, selain menonton Film dan mendengar musik di waktu luang..

Cita-citaku adalah punya observatorium pribadi di tempat yang terpencil sehingga bisa bebas memotret alam semesta dan membagi-bagikan hasil fotonya untuk dinikmati oleh siapapun.

Pengantar Kulwap :

Apakah Astronomi Itu?

Astronomi, dari 2 kata bahasa Yunani, Astros yang artinya Bintang dan Nomos yang artinya Ilmu, adalah cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang khusus mempelajari benda-benda luar angkasa dan segala fenomena yang terjadi di luar Bumi.

Astronomi berbeda dengan Astrologi, yang merupakan sebuah sistem yang mempercayai adanya keterkaitan antara nasib manusia dengan pergerakan benda-benda luar angkasa. Astronomi adalah Ilmu Pengetahuan (Science), sementara Astrologi bukanlah Ilmu Pengetahuan (Pseudo Science).

Bagaimana mengenalkannya?
Astronomi merupakan salah satu ilmu pengetahuan tertua yang dipelajari oleh manusia. Hal ini dimungkinkan karena Astronomi sudah dapat dipelajari bahkan dengan tanpa alat bantu apapun (kasat mata). Kita sudah dapat memperkenalkan Astronomi hanya dengan mengamati pergerakan benda-benda langit. Contohnya Matahari. Dengan mengamati pergeserannya tiap hari, kita bisa mengetahui pergeseran waktu dan Jam, menentukan arah mata angin, menentukan pergeseran musim, arah kiblat bagi umat Muslim dll. Di malam hari, kita bisa mengamati bintang-bintang dan membedakannya dengan Planet-planet. Mempelajari posisi-posisi bintang terang untuk menentukan pergeseran waktu dan arah mata angin di malam hari. Memperhatikan konfigurasi bintang terang yang membentuk rasi-rasi bintang, dll.

Dengan alat bantu seperti Binokuler dan Teleskop, tentu kita bisa mengenalkan Astronomi lebih dekat lagi. Dengan binokuler atau Teleskop Sederhana, kita bisa mengamati kawah-kawah di permukaan Bulan, mengamati aktifitas permukaan Matahari (dengan Filter khusus) seperti bintik Matahari, melihat cincin Planet Saturnus, mengamati pergerakan satelit-satelit Planet Jupiter dll. Dengan Teleskop yang lebih besar, kita bisa mengamati benda-benda langit yang jauh dan redup, seperti Galaksi, Nebula, Klaster Bintang dll.

Dengan mengetahui jadwal hasil perhitungan Astronomis, kita juga dapat mengenalkan Astronomi melalui fenomena-fenomena Astronomis yang langka dan menakjubkan, seperti Gerhana Bulan, Gerhana Matahari, Hujan Meteor dll.

Apa manfaatnya?
Secara praktis, mempelajari Astronomi dapat membantu kita dalam memahami penggunaan waktu dalam aktifitas kita sehari-hari. Kita bisa mengetahui waktu tanpa perlu melihat jam atau kalender serta dapat mengetahui fenomena pergantian musim. Bagi umat Muslim khususnya dapat menentukan awal dan akhir waktu-waktu Ibadah, seperti waktu Sholat, Puasa dan menentukan hari raya Ied dalam kalender Islam. Dengan Astronomi kita juga dapat melakukan Navigasi tanpa alat bantu seperti Kompas atau GPS, selain juga dapat menentukan waktu-waktu terjadinya fenomena alam seperti pasang surut air laut, Gerhana Bulan, Gerhana Matahari dan lain sebagainya, sekaligus dapat menjelaskan penyebabnya secara ilmiah.

Astronomi secara langsung juga dapat menjadi alternatif hobi yang sangat bermanfaat, khususnya bagi anak-anak. Pengamatan Astronomi identik dengan langit yang bersih tanpa polusi udara dan polusi cahaya sehingga memadukannya dengan aktifitas seperti camping dan hiking akan sangat menarik. Jika didalami secara serius, Astronomi juga dapat digeluti sebagai Hobi yang dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan Ilmu Pengetahuan, seperti Penemuan Benda Langit Baru seperti Komet, Asteroid, Galaksi dll.

Astronomi sebagai Hobi juga dapat menjadi gerbang untuk dapat menumbuhkan ketertarikan terhadap bidang Ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, karena Astronomi juga melibatkan berbagai bidang seperti Matematika, Fisika (Astrofisika), Kimia (Astrokimia), Biologi (Astrobiologi), Arkeologi (Arkeoastronomi) dll.

Tanya Jawab:

  1. T: Bagaimana menjawab pertanyaan basic (anak 5th) : apa itu luar angkasa? Apakah berarti semua yang berada di luar planet bumi?J: Luar Angkasa adalah sebuah tempat yang berada di luar lapisan atmosfer bumi. Batas awalnya kira-kira 100 km dari permukaan air laut, secara ilmiahnya disebut dengan Garis Karman (Karman’s Line). Namanya diambil dari seorang ahli fisika dan engineer Hungaria-USA, Theodore von Kármán.
    Batas akhirnya Luar Angkasa? Pinggiran Alam semesta, atau hampir tanpa batas.. 😇
    Untuk mempermudah anak membayangkannya, bisa diilustrasikan 100km itu sejauh apa, misalnya berapa kali lebar lapangan sepakbola, dll. ✅
  2. T: Bagaimana para astronom membuktikan bahwa bumi itu bulat? Sejauh pengamatan astronom, apakah ditemukan benda angkasa lain yang bentuknya tidak bulat?J: Pembuktian paling utama tentunya dengan pergi ke luar angkasa dan melihatnya, atau memotretnya, dari luar Bumi. Hasilnya, Bumi itu Bulat. 😊

    Meski begitu, pembuktian bahwa bentuk Bumi itu bulat sudah dilakukan sejak waktu yang sangat lama, yaitu sejak zaman Yunani kuno. Filsuf dan ahli Matematika Pythagoras adalah orang yang pertama kali mengatakan bahwa Bumi itu Bulat, berdasarkan pada pengamatannya terhadap fase-fase Bulan. Jika diperhatikan dari hari ke hari, daerah gelap dan terang Bulan selalu berbentuk melengkung dan ini memberikan kesimpulan bahwa Bulan itu Bulat. Maka jika Bulan itu Bulat, maka Bumi pun juga Bulat.

    Lalu pada sekitar 70 tahun setelahnya, Anaxagoras memberikan jawaban bagi penyebab terjadinya Gerhana Bulan dan Matahari. Pada Gerhana Bulan, Bayangan yang menutupi Bulan adalah Bayangan Bumi dan bentuk dari bayangan itu pun berbentuk Bulat. Kesimpulannya, Bumi itu Bulat.

    Tak ketinggalan, 100 tahun setelahnya, filsuf terkenal Aristoteles juga membuktikan bahwa Bumi itu Bulat dengan membuat percobaan pengamatan bintang dan rasi-rasi bintang yang posisinya ternyata berubah jika kita berpindah mendekati atau menjauhi ke arah kutub. Kesimpulannya, Bumi itu melengkung/bulat.

    Hingga akhirnya 100 tahun setelahnya, Aristarchus dan Eratosthenes menemukan metode untuk mengukur diameter Bumi dengan ketepatan yang cukup tinggi. Dan hal itu dengan memperhatikan bahwa bayangan sebuah benda akan berbeda panjangnya pada lokasi yang terpaut cukup jauh pada waktu yang bersamaan. Kesimpulannya, Bumi itu Bulat.

    Dan setelah era ditemukannya teleskop, para ahli astronomi menemukan bahwa semua planet berbentuk Bulat. Matahari dan Bintang pun berbentuk Bulat. Hanya beberapa benda kecil seperti asteroid saja yang bentuknya tidak bulat, disebabkan karena massanya yang kecil membuat gaya gravitasinya juga kecil sehingga tidak dapat mempertahankan bentuknya yang Bulat.

  3. T: Apakah astrologi dan rasi bintang juga merupakan bagian dari ilmu astronomi? Apakah seorang astronot harus seorang astronom?J: Pada awalnya Astronomi dan Astrologi berasal dari disiplin ilmu kuno yang sama, namun berbeda penggunaannya. Jika astronomi digunakan untuk menyusun sistem waktu, memprediksi pergantian musim dan alat bantu Navigasi, sementara Astrologi digunakan untuk meramal nasib Manusia.

    Dalam perkembangannya, Astronomi berkembang menjadi disiplin ilmu sains yang didasari oleh fakta-fakta ilmiah dan dapat dibuktikan serta diuji kebenarannya. Sementara Astrologi tidak berkembang dan tidak dapat membuktikan kebenaran-kebenaran dan fakta-faktanya secara ilmiah.

    Pada akhirnya, Astronomi menjadi bagian dari Sains, sementara Astrologi tidak bisa disebut sebagai Sains karena tidak terbukti adanya keterkaitan antara pergerakan benda-benda langit dengan nasib Manusia. Astrologi hanya menjadi Pseudo Sains, mirip seperti sains (karena menggunakan beberapa term yang mirip Astronomi, seperti Rasi Bintang) namun bukan sebuah Sains.

    Astronom dan Astronot merupakan dua profesi yang sangat berbeda, meskipun kajiannya sama-sama ilmu Astronomi.
    Karir seorang Astronom diawali dengan mempelajari Ilmu Astronomi di perkuliahan/sekolah. Saat lulus, dia bekerja di Observatorium dan melakukan penelitian-penelitian yang dilakukan dari permukaan bumi.
    Sementara itu, karir Astronot biasanya berawal dari jurusan Engineer dan Pilot. Astronot harus bisa menguasai ilmu penerbangan dan bisa menerbangkan segala jenis pesawat, terutama Pesawat Luar Angkasa. Selain itu, Astronot juga harus menguasai Engineering untuk dapat bekerja dengan segala instrumentasi di Luar Angkasa, di permukaan Bulan atau Planet.

    Meski begitu, baik Astronot maupun Astronom memiliki peran yang saling melengkapi. Astronom membutuhkan Astronot untuk melakukan penelitian-penelitian di luar angkasa, atau untuk mengambil sampel di permukaan bulan/planet/asteroid/komet dll, atau untuk meletakkan teleskop di luar angkasa..

    Astronot juga membutuhkan Astronom untuk melakukan perhitungan yang dibutuhkan dalam penerbangan luar angkasa, atau untuk memprediksi gerak dari Bulan/planet atau benda langit lainnya demi mensukseskan penerbangan atau misi.

    Dengan perkembangan keantariksaan yang begitu pesat, sudah ada begitu banyak percobaan yang dilakukan di luar angkasa. Hal itu membuat begitu banyak disiplin ilmu dan para ahli ilmu lain yang akhirnya berangkat ke luar angkasa dan menjadi astronot. Seperti ahli botani, ahli biologi, ahli kimia, dokter dan lain sebagainya yang memiliki kepentingan untuk melakukan penelitian di luar angkasa.✅