Radho, Raffa dan Ikan Cupangnya

Mungkin karena emaknya “pelit” memberi sesuatu, duo bocah itu jadi berusaha lebih keras. Saya tak memberi uang jajan secara cuma-cuma, mereka harus bekerja, kadang-kadang mereka merasa uang jajan yang diberikan emaknya terlalu sedikit, haha! Maklum anak gak sekolah, jadi gak perlulah jajan banyak-banyak.

Belakangan duo bocah itu sibuk dengan ikan cupangya, beberapa kali  tertangkap basah sedang “browsing”  ikan cupang

“ikan cupanggg.. aja yang dilihat” kata emaknya menggerutu.

“gapapalah bua, abang mau tau yang mana yang jantan dan yang mana betina”  katanya menjelaskan

“bua.. ini lambang apa sih? Sambil menunjukkan simbol jantan dan betina

“tanda positif ini menunjukkan jenis kelamin betina, tanda panah ini menunjukkan tanda jantan” itu simbol-simbol pelajaran biologi bang” jawab saya sedikit menjelaskan.

“oh.. gitu” katanya sambil mengangguk

“emang kenapa bang? Tanya emaknya menyelidik

“mau abang lihat dulu ikan-ikan abang, yang mana yang jantan yang mana yang betina, biar abang kasih nama, trus nanti mau abang kawinkan” lumayan kalau bisa bertelur banyak, jadi anaknya banyak, bisa abang jual sama si Rasyad dan orang-orang luar kompleks, katanya bersemangat.

Hingga detik ini Radho-Raffa masih antusias merawat ikan-ikannya, mulai dari menangkap jentik-jentik dan mencari cacing merah di selokan, mengganti airnya, sesekali mereka juga menjemur ikannya di luar. Beberapa kali saya lihat mereka sedang mencampurkan ikan jantan dan betinanya di dalam satu toples, katanya sedang mengawinkan. Mereka juga betah berlama-lama memperhatikan perilaku ikan-ikannya, sesekali mereka berteriak.
ikan-cupang-radho-raffa-indonesia-mendidik-2
“bua..bua, yang jantan sudah membuat gelembung-gelembung untuk telornya, tinggal nunggu kawinnya ini” kata Radho bersemangat. Bayangan dolar mungkin sudah berputar-putar di kepalanya, wajahnya terlihat sumringah.

“bua.. bua.. kalau kayak gini, lagi kawin gak? Tanya Radho lagi.

“ya..gimana ikan cupang kawin?

“ya.. nanti jantannya menjepit betinanya, trus betinanya nanti lemas, trus keluar telur-telurnya, trus yang jantan menangkap telurnya, untuk diletakkan di gelembung-gelembung itu”

“ya udah gitu gak abang lihat kelakuannya?

“masih mau gitu, tapi gak jadi”

“dek..bayangkan, kalau ikan kita telurnya menetas 600, ada 600 dek yang bisa kita jual, kali Rp10.000,- dek, buuanyaakk kali itu dek” mata menerawang membayangkan dollar.

“ihh.. iya ya bang, buanyak kali, bisalah kita beli kucing persia bang”

“iyalah.. bisa..

Hanya dengan memelihara ikan cupang saja mereka bisa belajar biologi ( simbol jantan dan betina, proses kawin, ciri-ciri jantan-betina) memanfaatkan teknologi (browsing) ekonomi (berbisnis) karakter (ketekunan) dan bermimpi bagaimana mewujudkan cita-cita dengan proses, bukan dengan cara-cara yang instant.

Rahmaida “bua” Simbolon