Kisah Ekperimen Papilio Club

Yak… kegiatan bulanan Papilio Club kali ini adalah bereksperimen. Masing-masing anak mempraktekkan sendiri eksperimennya, dan menjelaskan ala “anak-anak” bagaimana pemahaman mereka tentang eksperimen tersebut.

Gavi, misalnya, anak dari kak Ivana Aritonang, selain bereksperiemen sendiri, Gavi juga belajar menuliskan hasil eksperimennya. Tulisan di bawah ini adalah tuliasan Gavi, dengan edikit editing dari saya,

Gavi melakukan percobaan “elektromagnetik”, dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:

  1. kabel yang sudah di kuliti dari pelindung karetnya
  2. sebuah paper clip
  3. baterai 1.5 vol
  4. sebuah paku
  5. sebuah saputangan
  6. sebagai pengaman yang takut kesetrum
  7. dan sebuah selotip.

Cara membuatnya sebagai berikut:

Ambil kabel dan lilitkan ke paku, melilitkannya dari tengah dan di sisakan kabelnya supaya bisa ditempel ke kutub – kutub baterai. Tempelkan ujung kawat dengan kutub-kutub baterai, lalu selotipkan dan dekatkan paku ke paper clip. Apa yang terjadi? Paper clip akan menempel ke paku, mengapa? Karena energi yang ada di baterai dipindahkan oleh kabel ke paku yang mengubahnya menjadi magnet, sehingga paku mampu mengangkat paper clip.

papilio-club-homeschooling-medan-ekperimen-elektromagnetik
Ekperimen elektromagnetik oleh Gavi

Nancy, melakukan eksperimen membuat “susu pelangi”, dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:

  1. sabun colek
  2. air
  3. pewarna makanan
  4. dan tusuk gigi

Caranya sebagai berikut :

Tuangkan susu cair di atas piring, kemudian teteskan beberapa pewarna di atas susu cair, (tidak tercampur). Ambil sedikit saja sabun colek menggunakan tusuk gigi, letakkan di tengah-tengah piring. Pewarna makanan akan menjauh dan membentuk gelembung warna –warni, mengapa? karena susu mengandung lemak dan protein yang merupakan merupakan unsur yang paling sensitif pada perubahan dalam larutan sekitarnya. Senyawa yang ada pada sabun memecah protein yang terkandung dalam lemak sehingga susu mendorong pewarna menjadi memutar dan menggulung.

papilio-club-homeschooling-medan-eksperimen-susu-pelangi
Eksperimen susu pelangi oleh Nancy

Athan, anak mba’ Dian Atika, bereksperimen “konsep tegangan air”. Bahan-bahan yang digunakan sebagai berikut:

    1. uang koin Rp100
    2. air
    3. wadah
    4. dan garpu

Caranya adalah sebagai berikut:

Apungkan uang koin di atas air dengan menggunakan garpu. Setelah mengapung, teteskan sabun dan uang koin akan tenggelam, mengapa? Uang mampu mengapung di atas air disebabkan oleh adanya tegangan air yang sama besar ke segala arah. Partikel-partikel di dalam air menarik ke segala arah sehingga membentuk selaput tipis di atas permukaan air, sehingga menahan koin tetap mengapung. Namun ketika dicelupkan satu tetes saja air sabun, koin akan tenggelam disebabkan oleh menurunnya tegangan di dalam air, yang menyebabkan selaput tipis menjadi terurai.

papilio-club-homeschooling-medan-eksperimen-tegangan-air
Ekperimen tegangan air oleh Athan

Radho, bereksperimen membuat “tornado air”, dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:

      1. gelas
      2. air
      3. sendok
      4. dan pewarna makanan

Caranya sebagai bertikut:

Aduk air di dalam gelas dengan kecepatan tinggi. Teteskan perwarna makan satu tetes saja. Maka akan kelihatan air yang berwarna seperti bentuk tornado, megapa? Proses tornado air sama halnya dengan terbentuknya pusaran air, pusaran air terbentuk dari arah putaran air yang berlawanan, sehingga ketika diteteskan pewarna makanan akan terlihat gerakan vertikal yang berputar-putar.

papilio-club-homeschooling-medan-eksperimen-tornado air
Eksperimen tornado air oleh Radho

Raffa bereksperimen membuktikan benda yang diberikan “daya”, dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:

  1. gelas
  2. uang koin
  3. dan kartu remi

Caranya sebagai berikut:

Letakkan kartu remi di atas mulut gelas. Letakkan uang koin di atas kartu remi. Jentikkan jarimu menyentuh kartu remi, apa yang terjadi pada uang koin? Uang koin akan jatuh ke dalam gelas, meskipun kartu remi sudah melayang terbang, kenapa? Karena yang diberikan daya adalah kartu remi, maka kartu remi akan melayang, sedangkan uang koin karna tidak diberi gaya maka ia akan jatuh ke dalam gelas.

Tak ketinggalan, teman-teman yang lain dari Papilio Club yang tak bisa hadir, membuat eksperimen juga. Mereka mengunggahnya ke grup WhatsApp kami. Seperti Ali anak umi Afita Risdiarti dan Izzan anaknya bunda Wielda Syafrianty misalnya.
Ali bereksperimen “nut dancing” bahan-bahannya sebagai berikut:

    1. cairan berkarbonasi
    2. gelas
    3. biji kedelai

Caranya sebagai berikut :

Masukkan biji kedelai ke dalam gelas yang berisi air karbonasi. Msukkan garam, apa yang terjadi? biji kedelai akan bergerak naik turun dalam minuman berkarbonasi, dikarenakan gas karbon dioksida suka menempel pada benda padat. Itu sebabnya kita melihat ada gelembung gas yang berkumpul pada biji kedele. Lama-lama jumlah gas yang menempel ini semakin banyak sehingga mampu mendorong biji kedelai naik ke permukaan. Sampai di permukaan, gas lepas ke udara, dan biji kedelai yang lebih berat dengan air, kembali tenggelam. Ini terjadi berulang-ulang. Garam kita tambahakan untuk mendorong gas karbon dioksida yang terlarut dalam cairan.

papilio-club-homeschooling-medan-eksperimen-kedelai-karbonasi
Eksperimen Nut Dansing oleh Ali

Izzan bereksperimen tentang “gaya kapiler” , dengan bahan-bahan sebagai berikut:

      1. kertas
      2. gunting
      3. piring
      4. dan air

Caranya sebagai berikut:

Bentuklah pola di kertas seperti bunga matahari, lalu gunting dan tekuk ke dalam kelopak-kelopaknya. Lalu letakkan bunga kertas tersebut di atas piring atau baskom yang berisi air, apa yang terjadi? Dari hasil pengamatan, kelopak membuka atau mekar, disebabkan oleh gaya kapiler, kalau dilihat dengan mikroskop, akan terlihat serat-serat tipis yang panjang. Serat tipis itu menyerupai benang yang terurai dan menyerap air, sehingga menyebabkan bunga kertas itu mekar seperti bunga matahari.

papilio-club-homeschooling-medan-eksperimen-kapiler
Eksperimen gaya kapilet oleh Izzan

Rahmaida “bua” Simbolon

Indonesia Mendidik – Sebuah Perkenalan

Semangat sumpah pemuda yang sedang menyala dan menyebar hingga ke sendi anggota grup Home Education menjadi inspirasi dari lahirnya website bernama indonesiamendidik.com.

Website ini lahir setelah lebih dari satu tahun saling berbagi dalam dalam grup Home Education melalui aplikasi Whatsapp . Adapun anggota grup Home Education pada awalnya adalah alumni webinar Rumah Inspirasi tahun 2014 yang disatukan oleh kegalauan akan sistem pendidikan Indonesia.

Meskipun anggota grup home education adalah para orang tua yang memikirkan pendidikan alternatif lain yang mampu memfasilitasi minat dan bakat anak-anaknya, namun tak hanya diisi oleh praktisi homeschooling, ada juga orang tua yang ingin belajar homeschcooling, orang tua yang menimbang-nimbang untuk homeschooling, hingga orang tua yang tertarik tapi masih menyekolahkan anaknya di sekolah formal.

Pada perjalanannya, grup ini terus bertumbuh dan berkembang. Bertumbuh karena keanggotaanya terus bertambah dan berkembang karena semakin terlihat positif dan terbuka . Dalam kesehariannya, kami hampir selalu berbagi kegiatan (eksperimen dan prakarya) berbagi tips, berbagi informasi, dan kadang-kadang menjadi media curcol. Intinya kami bisa berbagi apa saja disini.

Ujungnya, kami merasa menjadi sebuah keluarga besar. Homeschooling sendiri adalah sebuah bentuk pendidikan berbasis keluaga yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kreatifitas dan solve problem. Sewajarnya komunitas dari berbagai latar belakang, group ini juga tidak selalu berjalan mulus, gesekan pasti ada, namun tak lantas membuat kami saling menjauh, berbeda pendapat adalah hal yang biasa, kami belajar memahami, menerima dan tidak menghakimi satu dengan yang lainnya, kalaupun belum bisa memahami, seluruh anggota mampu menahan diri untuk tidak memperpanjang persoalan.

Grup ini kami bangun dengan semangat anti SARA, toleransi yang tinggi dan saling membangun, keanggotaan meliputi dari Sabang sampai Merauke, dari multi etnis dan multi agama. Berawal dari seringnya berbagi tentang kegiatan anak-anak, kemudian ada usulan agar ada sebuah output maka grup ini harus memiliki karya.

Beberapa bersepakat membuat buku model chicken soup for homeschooler, membuat majalah, membuat blog, hingga akhirnya kami bersepakat membuat web berbayar. Musyawarah mufakat dimulai dari memutuskan nama web yang layak dan klik untuk didengar, usulanpun bermunculan, mulai dari nama ”indonesia mendidik”,”rumah belajar”,”pondok belajar”, dan masih banyak nama lagi, dan akhirnya kami berjodoh dengan nama “ indonesia mendidik.com”.

Isi dari web kami nanti akan dibagi perkategori, mulai dari kegiatan bersama anak, eksperimen, karya kreatif, dongeng, review buku, event, kunjungan, artikel pendidikan dan parenting yang nantinya akan ditulis oleh anggota group kami.

Kami tetapkan bahwa kesediaan anggota untuk konsisten menulis minimal satu kali dalam sebulan, kami juga memilih editor web, admin web, admin twitter, dan layouter web. Semua ambil bagian, tak ada yang tak terlibat, karena semangatnya adalah ”bersama kita bisa”.

Kedepannya harapan kami adalah, secara internal semua anggota grup semakin baik karakternya, terbuka, positif, kreatif dan sejahtera lahir batin, secara eksternal mudah-mudahan semangat kami menular untuk para pembacanya.