Menjelajahi Tiga Air Terjun

Traveling adalah salah satu kegiatan yang paling kami suka, berada di alam, menikmati keindahannya serta mengagumi kebesaran Sang Maha Pencipta adalah sebuah bentuk terapi jiwa.

Dalam satu pekan kami menjelajah di tiga air terjun, yang pertama adalah air terjun Sikulikkap yang berada di wilayah Brastagi, air terjun jambu ara dan air terjun turunan yang berada di daerah Tanah Jawa, Simalungun. Kali ini penjelajahan ke tiga air terjun itu tanpa Ayah, maklum beliau sedang melakukan tugas negara, haha.., saya meyakini, ayah cemburu abis deh sama penjelajahan kami kali ini, peran ayah digantikan oleh tulang, adik bungsuku.

Berjalan menyusuri jalan setapak menuju air terjun Sikulikkap, jalanan becek, basah dan dingin, waktu itu tampaknya hujan di gunung, air terjun kelihatan besar sekali, hempasannya menderu-deru, percikan-percikan air tampak seperti mebentuk awan, kami yang berada jauh dari air terjunpun basah kuyup, basah dan dingin adalah sebuah kondisi yang membuat tulang terasa ngilu.

Berbeda dengan perjalanan menuju air terjun Jambuara, butuh satu jam dengan menggunakan motor dari kampung saya, ketika sampai, kau akan disuguhi oleh air terjun tinggi, menghujam deras menuju perut bumi, bisa kau bayangkan jalan dengan dua anak kecil, dan hanya cukup untuk satu orang di jalan, sebelah kanan dan kiri terpampang jelas lembah curam, jalanan terjal dan menukik, belum lagi kondisi tanah yang rapuh, terasa hentakan kaki meruntuhkan butiran-butiran pasir di tepi kiri kanan lembah.

Sebagai ibu, nyali terasa gentar, salah injak, kau akan jatuh ke hutan lembah, belum separuh jalan kau akan ditantang oleh jalan setapak yang lebih licin, sebelah kanan ada tebing tinggi berbatu penuh lumut, sebelah kiri ada sungai penuh bebatuan besar, saya hanya mampu menuntun Raffa tanpa memeganginya, bayangkan desir nadiku..!saya menghadap ke samping, memegang tebing, sambil berjalan selangkah demi selangkah, ahh….perjuangan panjang..
namun, tak sia-sia perjalanan yang mengentarkan itu, air terjun jambu ara dengan pesona lengkungannya, hempasan air yang mengebu-gebu, merelaksasi semua bagian otakku, jantung yang sedari tadi berdetak kencang, perlahan mulai stabil, ketika melihat air terjun yang tingginya lebih dari tujuh puluh meter itu, cantik, bergemuruh dan sejuk..

Beberapa kali terlihat ikan nila, dan ikan mujair sedang berkejar-kejaran, serangga capung aneka spesies silih berganti hinggap di rerumputan diantara bebatuan besar dan licin, dan larvanyapun kami temukan. kau tau apa yang paling menyenangkn di alam? Yap! Eksplorasi! Alam mengajarkan kami banyak hal, tentang kesiagaan, kehati-hatian dan kerendahan hati!

Begitu menginjakkan kaki di bebatuan sekitar air terjun, dua bocah itu berlari-lari kecil menuju gua mungil yang hanya bisa di isi oleh sepuluh orang, mereka tampak bersenang-senang dengan berbagai kegiatan, mengangkut pasir yang ada di tepi sungai menuju gua, berteriak memanggil-mangil hanya sekedar mempelajari efek pantulan suara seperti echo, yang dipantulkan ruangan kecil berbatu, dan sesekali mereka berenang-renang di tepi sungai yang dangkal, ahh.. dua bocah kecil itu selalu menyenangkan ketika berpetualang, sementara mereka sibuk bermain, dari kejauhan saya mengabadikan kegiatan eksplorasi mereka, dan nge-take pict beberapa view yang menarik. Di beberapa foto tertangkap sebuah fenomena, fenomena aneh, saat kau di foto, hasilnya seperti sedang berkaca dengan lensa cembung!!

Puas bereksplorasi di air terjun Jambuara, kami menuju air terjun Turunan, Tonduhan, jalan relatif aman bagi anak-anak, berbeda dengan air terjun jambu ara, di kolam air terjun turunan, anak-anak bebas mandi, karna dangkal, di beberapa foto airnya tampak coklat, namun sebenarnya warna coklat itu berasal dari pantulan pasir yang berada di dasar kolam, beberapa area memang lebih dalam, namun air terjun ini relatif lebih ramah bagi kedua bocah itu.
Yang paling menyenangkan dalam setiap perjalanan adalah, bagaimana dua bocah itu memaknai sebuah tantangan, menjaga diri dan survive! Proud of you both!
(Rahmaida “bua” Simbolon)

Yuk Piknik!

Sebelumnya saya pernah menuliskan tulisan terkait piknik di notes facebook saya dengan judul “pemberdayaan masyarakat dan piknik”. Kurangnya piknik ternyata dapat mengakibatkan orang menjadi cepat puas diri, tidak mampu menemukan masalah dalam diri dan kurangnya pengetahuan akibat wawasan yang rendah. Di situ saya menceritakan kasus petani salah satu desa di Purworejo, yang selama ini tidak mau berubah, sulit diberi pemahaman, bahkan tidak tahu desanya termasuk desa termiskin, akibat mereka umumnya tidak pernah pergi keluar dari desanya.

Tulisan kali ini, saya ingin menceritakan tentang serba serbi piknik yang telah keluarga kami lewati.

Pernah beberapa kali ada yang bertanya atau berkomentar “Jalan-jalan terus? Boros amat” “Mending uangnya ditabung.” atau berbagai komentar yang lain. Jadi begini ya, bagi kami, piknik itu investasi. Pernah dengar istilah “kurang piknik”? Sudah tahu kan bahayanya kurang piknik? Piknik itu kebutuhan. Bukan sekedar penghilang stres, tapi sarana belajar yang asyik. Ditambah lagi di usia SD, anak-anak butuh mulai mencari minat dan bakatnya, inilah waktu yang tepat bagi kami untuk membuka wawasan dan menggali minat anak.

Tapi kan mahal?
Eits… Tunggu dulu, mahal itu relatif. Kita bisa kok tetap piknik hemat, penuh manfaat. Piknik ga harus mahal, bisa disesuaikan dengan kondisi kita sendiri. Piknik menjadi mahal kalau kita tidak bisa mengukur diri.

Berikut beberapa aktifitas piknik hemat yang telah kami lakukan diantaranya :

  1. Kebun binatang Ragunan. Satu orang tiketnya ga sampai 5 rb kok. Mau hemat lagi, bawa rantangan ke sana, bisa makan bareng anak-anak, perginya naik pick up rame-rame hehehe… Ga sampai 5rb, sudah bisa belajar tentang berbagai macam hewan lho.
  2. Toko buku bekas. Di dekat rumah kami, Bintaro Trade Center, ada lapak toko buku bekas. Biasanya, minimal, sebulan sekali kami main ke sana melihat buku-buku. Ada buku anak yang baru juga, dengan harga bersahabat.
  3. Ke museum. Banyak pilihan museum yang layak dikunjungi. Satu favorit saya adalah museum Bank Indonesia. Itu museum paling keren yang pernah saya temui. Kemudian ke museum Nasional, Museum Satria mandala, Museum Layang-Layang (berbayar, tapi masih terjangkau)
  4. Naik KRL. Ini anak-anak pasti suka.
  5. Ke tempat kerja Ayah. Ayah Hegel bekerja di bidang konstruksi, ikut ayah bisa belajar tentang bagaimana proses membangun bangunan. Mengenal apa saja alat-alat pertukangan.

Masih banyak lagi ide piknik hemat kok asal kita mau mencari. Selain itu, ada juga piknik-piknik yang memang harus kita persiapkan sebelumnya karena keterbatasan biaya, waktu, atau tenaga.

Semua piknik itu baik? Tergantung niatnya juga sih. Kalau diniatkan untuk menambah wawasan, tentunya ada hal-hal yang harus kita perhatikan. Agar tujuan tercapai, persiapan tentu dibutuhkan. Kalau perlu, kita list detil tujuan yang kita harapkan, agar cocok dengan kegiatan piknik yang akan kita pilih.

Ya sudah, jangan ragu lagi. Yuk piknik!

Chairina Bunda Hegel

Indonesia Mendidik – Sebuah Perkenalan

Semangat sumpah pemuda yang sedang menyala dan menyebar hingga ke sendi anggota grup Home Education menjadi inspirasi dari lahirnya website bernama indonesiamendidik.com.

Website ini lahir setelah lebih dari satu tahun saling berbagi dalam dalam grup Home Education melalui aplikasi Whatsapp . Adapun anggota grup Home Education pada awalnya adalah alumni webinar Rumah Inspirasi tahun 2014 yang disatukan oleh kegalauan akan sistem pendidikan Indonesia.

Meskipun anggota grup home education adalah para orang tua yang memikirkan pendidikan alternatif lain yang mampu memfasilitasi minat dan bakat anak-anaknya, namun tak hanya diisi oleh praktisi homeschooling, ada juga orang tua yang ingin belajar homeschcooling, orang tua yang menimbang-nimbang untuk homeschooling, hingga orang tua yang tertarik tapi masih menyekolahkan anaknya di sekolah formal.

Pada perjalanannya, grup ini terus bertumbuh dan berkembang. Bertumbuh karena keanggotaanya terus bertambah dan berkembang karena semakin terlihat positif dan terbuka . Dalam kesehariannya, kami hampir selalu berbagi kegiatan (eksperimen dan prakarya) berbagi tips, berbagi informasi, dan kadang-kadang menjadi media curcol. Intinya kami bisa berbagi apa saja disini.

Ujungnya, kami merasa menjadi sebuah keluarga besar. Homeschooling sendiri adalah sebuah bentuk pendidikan berbasis keluaga yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kreatifitas dan solve problem. Sewajarnya komunitas dari berbagai latar belakang, group ini juga tidak selalu berjalan mulus, gesekan pasti ada, namun tak lantas membuat kami saling menjauh, berbeda pendapat adalah hal yang biasa, kami belajar memahami, menerima dan tidak menghakimi satu dengan yang lainnya, kalaupun belum bisa memahami, seluruh anggota mampu menahan diri untuk tidak memperpanjang persoalan.

Grup ini kami bangun dengan semangat anti SARA, toleransi yang tinggi dan saling membangun, keanggotaan meliputi dari Sabang sampai Merauke, dari multi etnis dan multi agama. Berawal dari seringnya berbagi tentang kegiatan anak-anak, kemudian ada usulan agar ada sebuah output maka grup ini harus memiliki karya.

Beberapa bersepakat membuat buku model chicken soup for homeschooler, membuat majalah, membuat blog, hingga akhirnya kami bersepakat membuat web berbayar. Musyawarah mufakat dimulai dari memutuskan nama web yang layak dan klik untuk didengar, usulanpun bermunculan, mulai dari nama ”indonesia mendidik”,”rumah belajar”,”pondok belajar”, dan masih banyak nama lagi, dan akhirnya kami berjodoh dengan nama “ indonesia mendidik.com”.

Isi dari web kami nanti akan dibagi perkategori, mulai dari kegiatan bersama anak, eksperimen, karya kreatif, dongeng, review buku, event, kunjungan, artikel pendidikan dan parenting yang nantinya akan ditulis oleh anggota group kami.

Kami tetapkan bahwa kesediaan anggota untuk konsisten menulis minimal satu kali dalam sebulan, kami juga memilih editor web, admin web, admin twitter, dan layouter web. Semua ambil bagian, tak ada yang tak terlibat, karena semangatnya adalah ”bersama kita bisa”.

Kedepannya harapan kami adalah, secara internal semua anggota grup semakin baik karakternya, terbuka, positif, kreatif dan sejahtera lahir batin, secara eksternal mudah-mudahan semangat kami menular untuk para pembacanya.