Kulwap : Tanya Jawab Homeschooling bersama Moi Kusman

homeschooling-di-indonesia
picture image from homeschooling Indonesia

 

Kamis, 8 September 2016
Pukul 19.30-21.00 WIB

Tema: Tanya Jawab Homeschooling bersama Ibu Moi Kusman

Narasumber  : Ibu Moi Kusman
Moderator      : Hapsari Dania
Notulis             : Wanda Soepandji

moi-kusman
picture image from moi kusman blogspot

 

**
PROFIL Ibu Moi Kusman

Nama lengkap Bu Moi Kusman adalah Wimurti Kusman. Beliau adalah pengajar bahasa Inggris, English for Adults. Beliau senang menulis, membaca, berenang, fitnes, masak, beres-beres, mengajar, mengambil gambar, mendengar lagu, menonton, travelling, memasak, makan enak dan belajar.

Tertarik pada pendidikan, kesehatan, alam, filsafat, sejarah, lingkungan hidup, komunikasi, arsitektur, sosial budaya, politik, teknologi, dan fesyen.

Berdomisili di Cilegon. Ibu dari 2 anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Anak sulung laki-laki bernama Fari, kedua perempuan bernama Amira, dan yang bungsu laki-laki bernama Fattah.

2 Anak tertua lulus paket C & diterima -lalu lulus- di UI, dan kini keduanya sudah bekerja. Anak ke 2 mendapat beasiswa dari LPDP untuk lanjut S2 di UCL (University College London) di Inggris & berangkat tgl 20 September ini.

Bu Moi tidak sengaja terjun ke dunia homeschooling, saat anak ke 2 (sekarang 22 tahun) minta berhenti sekolah di saat lulus SD, diikuti oleh anak pertama (sekarang 23 tahun) yang juga meminta homeschooling di saat duduk di kelas 1 SMA, dan akhirnya anak ke 3 (12 tahun) juga tidak pernah bersekolah sampai sekarang.

Bu Moi cukup aktif dalam mencatat perjalanan homeschooling putra-putrinya dalam blog, bisa ditengok di moi-kusman.blogspot.co.id. Beliau juga aktif dalam menjadi pembicara berbagai seminar homeschooling bersama Klub Oase, sebagai praktisi homeschooling.

***

*RUANG TANYA-JAWAB*

PERTANYAAN 1

1)Bagaimana proses deschooling anak pertama dan keduanya?

2) Waktu pendaftaran ke UI (Universitas Indonesia), apakah dipersulit oleh universitasnya? Atau ada syarat khusus?

3) Untuk anak ke 3, pakai metode tertentu utk HS(Homeschooling)-nya kah?(charlotte mason, unschooling, atau lainnya?)

JAWABAN 1
1) Karena masih meraba-raba, jadinya menurut saya tidak mudah. Akhirnya kami seperti membiarkan mereka melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan. Anak-anak lebih banyak nonton film di televisi kabel selain kegiatan lain yang sudah ada sebelum mereka HS, seperti kegiatan olahraga, musik, kursus bahasa Inggris. Tapi ternyata dari kegiatan itulah mereka jadi tahu apa yang mereka tahu tanpa direcoki oleh orang luar seperti guru bahkan orang tua itu sendiri.

2)  Tidak ada kesulitan. Ijazah paket C diterima seperti ijazah lainnya.

3) Tidak ada metode khusus. Saya tidak mau menyebutkan unschooling juga, karena tidak tahu memang unschooling itu apa.

PERTANYAAN 2
Selama kurang lebih 10 tahun menyelami dunia homeschooling di Indonesia, menurut ibu apakah ada sisi negatif dari homeschooling? Apakah itu? Dan bagaimana menghadapinya?

JAWABAN 2
Sisi negatifnya adalah:
1. Sering berubahnya peraturan tentang pendidikan di Indonesia sehingga tidak   ada pijakan yang jelas bagi keluarga.

2. Keluarga homeschooling belum dianggap ada oleh pemerintah.

3. Buat kami sendiri, keberadaan PKBM belum cukup terang benderang peraturannya.

Bagaimana menghadapinya?
1. Berjejaring agar selalu dapat informasi.

2. Pede aja lagi. Percaya pada keputusan pribadi.

3. Hampir sama dengan no. 1

PERTANYAAN 3
Mungkinkah HS bila ibu dan ayahnya bekerja?

JAWABAN 3
Bekerja di sini apakah ke dua ayah ibu bekerja penuh waktu? Saya juga bekerja walau pun tidak penuh waktu. Keadaan di Cilegon yang tidak semacet Jakarta mungkin akan berbeda dengan kalau kami tinggal di Jakarta. Walau pun menurut kami tidak ada yang tidak mungkin, barangkali bisa diurutkan prioritas pekerjaan ayah dan ibu itu seperti apa, lalu bekerja sama dengan pengasuh tentang bagaimana pengaturannya. Kalau boleh menambahkan, saat Fattah tidak ada yang menemani & saya harus bekerja, maka Fattah saya bawa. Demikian.

PERTANYAAN 4
Bagaimana proses administratif pengurusan ijazah paket untuk memasuki Universitas Indonesia? Apakah ada kendala atau diskriminasi ketika proses screening administratif?

JAWABAN 4
Sama sekali tidak. Amira masuk UI tahun 2010 memakai ijazah paket C. Fari di tahun yang sama diterima di IKJ juga dengan ijazah paket C. Tahun 2011 Fari diterima di UI, juga tidak ada kendala atau diskriminasi administratif.

Kalau di UI tidak ada kendala, maka kendala yang ada yang kami rasakan adalah lamanya ijazah asli paket C itu didapat. Itu yang jadi kendala. UI sendiri menerima ijazah sementara, sampai saat akhirnya mereka lulus & UI minta ijazah aslinya saat anak-anak akan tamat. Entah mengapa, perlu lebih dari 6 bulan buat kami untuk menerima ijazah asli. Itu salah satu tantangan homeschooling yang mungkin bisa disuarakan pada pemerintah. Ijazah kejar paket itu keluarnya selalu lama.

PERTANYAAN 5
1) Fattah mulai kursus/kegiatan rutinnya sejak usia berapa? Apa tanda-tanda kesiapan anak sudah bisa diberi aktifitas rutin?

2) Hal apakah yg tidak memungkinkan keluarga/anak untuk tidak bisa ber-HS?

JAWABAN 5
1) Sejak umur 5-6 tahun ikut klub renang di mana ke dua kakak-kakaknya ikut. Lalu musik sejak 10 tahun. Kursus bahasa Inggris sejak umur 8 tahun. Ikut Klub Oase sejak 2011. Tanda-tandanya apakah sudah siap atau belum? Ketika diajak dan dia mau. Agak OOT, baru pada Fattah ini kami tidak mau memaksakan kehendak kami, tapi kami tanya. Contohnya: Amira belajar musik di usia 4-5 tahun, tanpa saya tanya, saya daftarkan saja ke kursus musik. Untungnya anaknya mau. Di usia yang sama, saya tanya apakah Fattah mau belajar musik. Fattah saat itu jawab tidak mau. Kami turuti. Jadi saat akhirnya Fattah kami masukkan ke kursus musik, Fattah memang sudah setuju.

2) Menurut saya sih tidak ada. Bahkan orang tua tunggal sekali pun kalau ada kemauan pasti ada jalan.

PERTANYAAN 6
Bagaimana urutan kurikulum HS, misal, usia ini materinya ini.  Dan bagaimana pemasangan target dan goalnya?

JAWABAN 6
Pertanyaan yang sulit. Mungkin bisa ke acuan yang pernah saya baca di rumahinspirasi.com.

Buat kami sih panduannya mulai dari kegiatan rumah. Hal-hal kecil seperti membereskan mainan setelah dimainkan, mandi yang bersih, membantu ayah-ibu menyelesaikan pekerjaan rumah, mengerjakan tugas yang diberikan ayah-ibu (ke warung, memberikan sesuatu pada orang lain/tetangga, dll). Targetnya selalu diperbaiki setiap kali karena selalu dievaluasi ayah itu. Misalnya: apakah piring sudah dicuci dengan bersih, apakah barang-barang sudah diletakkan kembali ke tempatnya, apakah saat memberikan sesuatu pada tetangga dengan terlebih dahulu menyapa, berkata sopan, & kurang lebih begitu. Buat kami kalau yang kecil-kecil sudah dilaksanakan dengan baik, yang lain akan tidak ada masalah.

Matematika, IPA, IPS menurut kami sih gak sepenting tata krama, sopan santun, peduli pada sesama. Hal-hal lainnya akan dengan mudah menyusul. Maaf kalau kurang ilmiah ya.

PERTANYAAN 7
Apakah pada homeschooling itu anak setiap hari harus dikasih aktivitas? Kemudian harus mengacu pada kurikulum atau tidak?

JAWABAN 7
Menurut kami sebaiknya ada, dan ada target walau pun dibuat tidak usah rigid. Mengacu ke kurikulum atau tidak? Terus terang, di keluarga kami yang betul-betul mulai dari nol itu Fattah. Kakak-kakak bisa menentukan sendiri mau belajar apa karena kurang lebih sudah tahu apa yang mereka mau. Fattah tidak mengacu pada kurikulum apa pun, apa lagi kami, sementara ini tidak berniat ikut kejar paket A, B, C. Jadi saat ini Fattah belajar matematika, sains ringan lewat khanacademy.org, belajar bahasa Jerman di duolingo.com. Fattah masih latihan renang & fisik, belajar piano, kegiatan Klub Oase, kursus bahasa Inggris di LIA.

PERTANYAAN 8
Kalau kegiatan sehari-hari adalah nonton film dan pendidikan moral, lalu bagaimana bisa lulus paket C?

JAWABAN 8
Hahaha, gak kebayang ya? Maksud saya, gara-gara nonton itu anak-anak jadi tahu apa yang mereka mau. Suatu hari Amira bilang pada kami:”Bu, aku mau ujian paket B deh.” Lalu kami cari tahu bagaimana bisa ikut ujian.

Begitu pula saat menjelang paket C, tiba-tiba anak-anak datang pada saya & bilang: “Bu, aku mau kuliah, jadi mau ujian paket C. Biar latihan soal, masuk bimbel ya, Bu.”

PERTANYAAN 9
Bu Moi, Seberapa banyak waktu yang diluangkan untuk mengajar? Kira-kira berapa jam/minggu? Kemudian, apakah selain mengajar ibu juga melakukan pekerjaan lain di luar rumah? Misalnya seperti mendapatkan jabatan tertentu dari instansi ibu bekerja?

Maksud saya pekerjaan selain mengajar. Seperti jabatan tertentu di tempat ibu mengajar yg mengharuskan ibu datang bekerja setiap hari. Saya ingin mendapat gambaran bagaimana ibu mengatur waktu.

JAWABAN 9
Tidak banyak. Sehari paling lama 4 jam. Tapi mengajar itu yang lama persiapannya walau pun saya sudah lama mengajar. Apakah ada pekerjaan lain? Mengerjakan pekerjaan rumah seperti membereskan rumah, memasak dll maksudnya?  Itu menurut saya pekerjaan juga & buat saya cukup menyita waktu & tenaga.

Saya terus terang sejak punya anak tidak mau berkarir apa-apa. Saya bahagia jadi ibu & jadi ibu rumah tangga. Saya juga suka mengajar. Saya tidak mau mengikat diri pada sesuatu yang mengharuskan saya ke luar rumah setiap hari. Saya mulai mengajar di siang/sore hari di mana saat itu saya biasanya bisa mendrop anak-anak di kegiatan renang/musik/kursus mereka. Kalau saya tidak dapat menjemput, maka saya koordinasi dengan suami.

Saya mengajar terus terang tergantung mood dan/atau kebutuhan saya. Saat ini saya selesai mengajar saat maghrib, tapi ada kalanya sampai jam 21 (walau pun jarang sekali). Suami rutin pulang jam 16 dari kantor, sehingga bisa aplusan dengan saya dalam urusan anak-anak.

PERTANYAAN 10
Di jawaban kedua, ibu menyebutkan PKBM. PKBM itu apa bu?

JAWABAN 10
https://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_Kegiatan_Belajar_Masyarakat
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Biasanya daftar ujian paket A, B, atau C di sana.

PERTANYAAN 11
1) Waktu Fattah, pada usia berapa Fattah mulai belajar baca, hitung, tulis?
Bagaimana cara belajarnya?

2). Kalau boleh tahu, channel apa saja yang boleh ditonton di TV kabel rumah?

JAWABAN 11
1) Fattah bisa membaca & berhitung di usia sekitar 6 tahun. Caranya dengan berinteraksi membantu saya dan ayahnya seperti cerita di atas. Jadi kalau masak/buat kue, ada perhitungan, ada membaca resep. Saat isi bensin, saat belanja ke pasar, & banyak lainnya. Oh ya interaksi dengan ortu itu sangat penting sekali dan itu sarana pembelajaran yang super efektif. Amira bisa baca di usia 4 tahun. Fari 5 tahun. Sejak dulu memang saya suka jadi ibu rumah tangga & homeschooling itu cocok buat saya. *maaf OOT.

It doesn’t matter how old you are able to read, yang penting anak punya kebiasaan membaca. Itu lebih penting.

2. Buat kami sih semua boleh asal tidak berlebihan.

PERTANYAAN 12
Apa suka duka bu Moi dalam menjalani HS? Lalu jika ibu mendapat pertanyaan tentang sosialisasi anak homeschooling, apa jawaban ibu? Terima kasih.

JAWABAN 12
– Sukanya banyak karena selalu dekat & berinteraksi dengan anak. Umur orang tua bersama anak itu singkat. Saat anak sudah kuliah, saat itulah nyaris selesai tugas ortu. Jadi terus-terusan bersama anak itu priceless.
– Dukanya: ketidakpastian di Indonesia. Walau pun dengan adanya internet, perlahan dan pasti, kita menuju ke arah kebaikan.
– Pertanyaan tentang sosialisasi: Manusia itu ternyata memang mahluk sosial. Dengan HS anak justru tidak dikotak-kotakan dalam batas-batas kelas. Silakan main ke Klub Oase, di mana anak-anak sangat mudah bergaul & cair sekali. Yang menjadi kendala justru peer pressure di sekolah/pergaulan. Saat itu hilang, maka manusia akan menjadi dirinya yang fitrahnya memang baik.

PERTANYAAN 13
Ada seorang anak HS ingin menjadi pilot pesawat tempur tetapi menurut seorang TNI AU, seorang anak harus masuk SMA kelas IPA baru bisa ikut ujian masuk Angkatan Udara, jadi tidak bisa hanya dengan ijazah paket C.Selama ini apakah Bu Moi pernah dengar ada anak kesulitan masuk pendidikan lebih tinggi dalam bidang militer, kedokteran, teknik dll karena latar belakang HS?

JAWABAN 13
Kalau kedokteran, teknik, IPS, apa lagi seni, saya sangat yakin tidak ada kesulitan berarti. Hanya saja beberapa hari lalu pernah baca di rubrik Surat Pembaca, masuk Kepolisian tidak boleh ijazah paket C. Apakah mungkin di kemiliteran juga tidak boleh? Saya tidak tahu.Saya kecewa saat ijazah paket C dianak-tirikan, padahal ijazah itu resmi dari pemerintah. Tentang pilot, kalau sekolah pilot swasta saya yakin tidak ada kendala. Kalau Curug saya tidak tahu.Agak OOT (Out of Topic), saat menjadi pramugari di Cathay Pacific Hong Kong, pilot-pilot asal Australia yang bekerja di sana itu dilatih oleh pilot-pilot Angkatan Udara kita di Madiun. Jadi human resources kita sebetulnya sangat mumpuni. Sistem yang harus banyak diperbaiki.

PENUTUP

Pesan Ibu Moi Kusman :
Tetap yakin pada pilihan sambil selalu berjejaring agar ter-update dengan info terbaru. Selalu percaya diri dan berprasangka baik pada Sang Pencipta yang telah menitipkan anak-anak pada kita. Anak-anak itu semua baik, semua pintar, semua “sempurna” karena mereka hadiah-Nya pada kita.

Demikian. Terima kasih.

Review Film : The Beginning of Life

The Beginning of Life (2016)


Review Film The Beginning of Life
Oleh : Nurbaiti Pohan

*
Kelahiran bayi selalu merupakan keajaiban. Dimulainya satu kehidupan baru. Walaupun tidak menafikan ada saja kehadiran bayi-bayi yang tidak diharapkan, namun sesungguhnya kehadiran mereka membawa kebahagiaan.

Banyak yang beranggapan bahwa bayi bahkan sampai anak-anak tidak bisa memperhatikan, padahal sebenarnya adalah mereka tidak bisa tidak memperhatikan sesuatu. Mereka merupakan pembelajar hebat. Dengan kondisi fisik yang masih sangat perlu untuk berkembang, mereka melihat, mendengar, menggapai-gapai, menendang-nendang, berceloteh sebisanya sebagai upaya mereka menyerap informasi dari lingkungan untuk diproses di otak dan menterjemahkan kepada mereka bagaimana lingkungan itu.

Sebagai contoh, bayi yang menjatuhkan sendok berulang kali padahal ibunya melarangnya, hal ini bukan karena mereka tidak memperhatikan atau mereka hanya sekedar pembuat onar, tapi kejadian itu mereka tangkap sebagai “informasi mengenai ibu”, dan mereka mengulang-ulang hal tersebut untuk menguatkan informasi tadi.

Kehadiran orangtua/pengasuh utama sangat penting dalam hidup bayi hingga anak-anak sebagai pendukung utama dalam proses belajar mereka. Ibu memberikan kenyamanan dan keamanan, mengenalkan mereka akan diri mereka sendiri. Sementara ayah membuat mereka berani menjelajah dunia luar, berani mengambil resiko. Pengasuhan anak pun harus dipahami sebagai tanggung jawab kedua orang tua, bukan hanya oleh ibu dengan dukungan ayah. Ayah bukanlah orang kedua dalam pengasuhan.

Quotes yang sangat berkesan yang disampaikan oleh salah satu ibu di film itu adalah “Saya tidak dipersiapkan menghadapi perasaan sedalam ini. Saya bahkan lebih menyayanginya ketimbang kedua orang tua saya”, ucapnya sambil menangis.

Anak-anak itu juga selalu menjaga image positif mengenai orang tua mereka. Seorang anak mengatakan bahwa monster menelan ibunya dan mengambil suaranya ibunya pada saat marah, ia dimarahi monster yang berwujud ibunya.
Sementara cerita seorang ayah adalah:
Ayah : Aku ayah yang buruk
Anak : Tidak
Ayah : Ya, aku ayah yang buruk karena aku meneriakimu.
Anak : Kau hanya meneriakiku saat aku nakal.
Ayah : Ya memang, tapi seharusnya itu tidak menjadi alasan untuk meneriakimu.
Anak : Kau tidak menjadi ayah yang buruk hanya karena meneriakiku
Dari cerita tersebut bisa diambil kesan bahwa anak-anak tetap mempercayai kedua orangtuanya walaupun saat-saat buruk kerap datang.

Terkadang, seiring dengan semakin paham ia tentang dirinya, anak-anak membangun otonomi dengan pemberontakan-pemberontakan pada lingkungannya, baik orang tua maupun saudara kandung. Pemberontakan-pemberontakan ini sekaligus melatih pola hubungan kompetitif, disamping hubungan kolaboratif yang juga dikembangkan. Kehadiran kakek dan nenek atau lingkungan (dekat) yang lebih luas lagi merupakan sebuah keuntungan untuk anak-anak, mereka bisa jadi sumber kasih sayang tak berbatas lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan anak-anak.

Tak peduli dari latar belakang mana anak itu berasal -baik dari orang tua tunggal, hasil hubungan di luar nikah, anak dari pasangan homoseks, anak adopsi, anak dengan orangtua yang mengalami ketergantungan obat, anak-anak dari lingkungan yang sangat miskin, anak yang orangtua nya bercerai sehingga harus tinggal dengan orang dewasa lain yang merupakan pasangan baru orang tua mereka- kebutuhan mereka adalah sama.

Untuk mendukung anak-anak, maka yang harus dibantu adalah orang-orang dewasa yang mengasuh mereka. Maka diperlukan suatu komunitas yang dapat saling membangun dan mendukung orang dewasa agar dapat memberikan pengasuhan optimal kepada anak-anak mereka.

*